Saudaraku,
Mungkinkah orang yang banyak berdosa, menyisakan hati yang mengakui keagungan Allah swt? Banyak orang mengira jawabannya, tidak. Mereka mengatakan, hanya orang shaleh yang mampu memiliki hati yang menyimpan kebesaran dan keagungan Allah swt. Sementara pelaku dosa dan yang bergelimang kemaksiatan, mereka termasuk kelompok orang yang tidak mendapat rahmat Allah, dan ini artinya tidak ada pengakuan dalam hati mereka terhadap kebesaran dan keagungan Allah swt.
Saudaraku yang dikasihi Allah,
Dosa dan maksiat memang pasti memberi dampak pada orang yang melakukannya. Begitu pun ketaatan yang pasti memberi pengaruh pada orang yang melakukannya. “Kebaikan itu menyinari wajah, memberi cahaya dalam hati,membuka keluasan rejeki, memberi kekuatan tubuh, menambah cinta di hati makhluk. Sedangkan keburukan dan dosa itu, memberi kelam di wajah, kegelapan di dalam kubur dan di dalam hati,melemahkan tubuh, menyempitkan rejeki dan memunculkan kebencian di hati makhluk.” Demikian ungkapan Ibnu Abbas radhiallahu anhu.
Saudaraku,
Tapi Islam tetap selalu ingin memberi semangat pada orang yang sudah berdosa agar tidak pernah putus harapan dari rahmat Allah. Dosa dan kemaksiatan sebenarnya tidak menghalangi seseorang untuk tetap memiliki hati yang mengakui kebesaran dan keagungan Allah swt. Mungkin, kita menapakkan kaki di tempat yang tidak sesuai dengan keridhaan Allah swt. Tapi hati kita tetap memendam pengakuan tulus akan keagungan Allah swt. Ini artinya, Allah swt meniupkan kebaikan dalam hati, meski secara lahir kita belum sesuai dengan situasi hati kita. Itulah sebabnya para ulama membagi dua kategori kemaksiatan, yakni kemaksiatan anggota tubuh yang disebut dzunuub al jawaarih, dan kemaksiatan hati yang disebut dzunuub al qalb. Meski tidak dipungkiri juga ada keterkaitan antara keduanya, dan yang paling membahayakan adalah kemaksiatan hati ketimbang kemaksiatan anggota tubuh.
Saudaraku,
Keadaan hati yang tetap mengagungkan Allah swt, adalah kondisi yang membersihkan seseorang untuk kembali dari ragam penyimpangan. Hati seperti inilah yang tetap menyuarakan keagungan dan ke Maha Besaran Allah swt sehingga menolong pemiliknya dari kondisi larut dalam kesalahan. Seperti ungkapan sebagian orang shalih, “Barangsiapa yang di dalam hatinya tetap mengagungkan Allah swt, maka Allah swt akan menolongnya agar jasadnya juga mengagungkan Allah swt.”
Lihatlah peristiwa yang dialami seorang shalih bernama Basyar Al Hafi, tokoh ulama yang terkenal zuhud dan wara ’ Abu Na ’im dalam Hilyatu Al Auliya, menguraikan Basyar Al Hafi yang mengatakan, “Aku dahulu seorang yang tersesat dan tidak tahu arah. Suatu hari aku melihat sebuah kertas di atas jalan. Aku mengambil kertas itu dan kulihat di dalamnya tertera kalimat “Bismillahir Rahmaanir Rahiim ”. Aku bersihkan kertas itu dan aku masukkan ke dalam kantong. Saat itu aku hanya mempunyai uang dua dirham, tapi uang itu kuhabiskan untuk membeli minyak wangi. Minyak wangi itu aku usap pada kertas yang kusimpan di dalam kantong. Malam harinya, aku bermimpi seseorang mengatakan padaku, “Wahai Basyar, engkau angkat Nama Kami dari jalanan. Engkau membuatnya harum. Maka Aku akan mengharumkan namamu di dunia dan di akhirat.”
Renungkanlah saudaraku, bagaimana pengagungan Allah swt yang ada di dalam hati Basyar Al Hafi.
Saudaraku,
Ada pula kisah pelaku dosa yang tiba-tiba jiwanya tersungkur merasakan keagungan Allah swt. Lihatlah perubahan besar yang dilakukan seorang bernama Fudhail bin Iyadh, yang kemudian menjadi salah satu ulama besar Islam di jamannya. Dahulunya, Fudhail adalah seorang perampok yang sangat ditakuti karena kekejamannya. Suatu ketika, ia merampok sebuah rumah sebelum waktu subuh. Saat menaiki tembok rumah, ia melihat seorang kakek tua membaca Al-Qur ’an. Saat itu, mungkin saja Fudhail tetap melanjutkan aksinya untuk merampok, tapi bacaan Al-Qur ’an orang tua itu begitu membuat jiwanya guncang. Secara lahir, Fudhail sudah melakukan kejahatan. Tapi kali ini, kejahatan fisiknya tidak mendominasi keburukan hatinya. Maka, ketika orang tua itu membacaan firman Allah swt, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)...” ((QS.Al Hadid :16). Fudhail memandang ke langit, seraya mengatakan, “Ya Rabb, aku bertaubat kepadamu malam ini.” Saat itu juga ia turun,, lalu mandi dan pergi ke masjid menangis dalam taubatnya. Seperti itulah, bahwa ada banyak perilaku maksiat yang tidak membatasi kondisi hati yang tetap mengagungkan Allah.
Saudaraku,
Karenanya, nilai seseorang tidak serta merta jatuh karena ia melakukan dosa dan maksiat. Bahkan ketika seorang pezina dirajam lalu mendapat cacian dan penghinaan dari sejumlah sahabat, Rasulullah saw bersabda, “Jangan lakukan itu, dia telah bertaubat dengan taubat yang bila ditimbang dengan 70 orang penduduk Madinah niscaya taubatnya meliputi mereka semua.” Dalam riwayat lain,, “Sesungguhnya taubatnya jika ditimbang dengan seluruh penduduk Madinah, niscaya akan meliputi mereka semua.” Artinya, pezina itu pun ternyata memiliki hati yang tetap mengagungkan Allah swt. Kondisi hati seperti itulah yang membuatnya rela mendapat hukuman sesuai kehendak Allah swt dan Rasulullah saw.
Sekarang,mari bertanya pada diri sendiri, seberapa besar keagungan Allah swt dalam hati kita?_
''Sesungguhnya hati ini akan berkarat sebagaimana besi berkarat apabilaterkena air. bila Nabi saw ditanya apa penggilapnya, Baginda sawbersabda banyak kan ingat kepada maut dan baca al Quran'' - hadisriwayat Baihaqi
"Di antara orang-orang yang beriman itu, ada yang bersikap benar menunaikan apa yang telah dijanjikannya kepada Allah (untuk berjuang membela Islam); maka di antara mereka ada yang telah selesai menjalankan janjinya itu (lalu gugur syahid), dan di antaranya ada yang menunggu giliran dan mereka pula tidak mengubah (apa yang mereka janjikan itu) sedikitpun."
33:23
Thursday, 16 October 2008
Friday, 10 October 2008
Ad-Dukhan
selesai solat asar,alhamdulillah seperti biasa diberi kekuatan untuk baca Al-Quran dengan terjemahannya sedikit.bak kata Aziz(bro Arab kat sini),paling kurang kita kena baca 1 juz Al-Quran setiap hari supaya tidak digolongkan dalam golongan mereka yang meninggalkan Al-Quran di belakang.tiada juga kekuatan tu lagi dalam diri aku yang lemah ini..azam tambah lagi mukasurat bacaan Al-Quran setiap hari insyaAllah..
masa aku baca Al-Quran tadi,terjumpa dengan satu ayat ni yang cukup menggerunkan bagi hambaNya yang berdosa;
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa (dengan kekufurannya), kekal selama-lamanya di dalam azab seksa Neraka Jahanam. (Surah Az-Zukhruf : 74)
betapa sedihnya berita ini kepada diri yang berdosa ini.ya Allah,ampunilah dosaku yang aku lakukan dengan sengaja dan tidak sengaja dan juga dosaku yang aku lakukan tanpa aku sedari ya Allah..jika Engkau tidak ampuni ya Allah,kepada siapa lagi dapat aku mengadu.
selesai surah Az-Zukhruf,terus sambung ke surah Ad-Dukhan.tiba di ayat 40 dan seterusnya,terdapat berita mengenai keadaan neraka yang dimasuki oleh mereka yang BERDOSA..apakah aku tidak berdosa?
Sesungguhnya hari pemutusan hukum untuk memberi balasan, ialah masa untuk mereka semua berhimpun; (40) Iaitu hari seseorang kerabat atau sahabat karib tidak dapat memberikan sebarang perlindungan kepada seseorang kerabat atau sahabat karibnya dan mereka pula tidak akan diberikan pertolongan (untuk menghapuskan azab itu), (41) Kecuali orang yang telah diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah jualah yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani. (42) (Ingatlah), sesungguhnya pokok Zaqqum; (43) (Buahnya) menjadi makanan bagi orang yang berdosa (dalam Neraka). (44) (Makanan ini pula panas) seperti tembaga cair, mendidih dalam perut; (45) Seperti mendidihnya air yang meluap-luap panasnya. (46) (Lalu diperintahkan kepada malaikat penjaga Neraka): Renggutlah orang yang berdosa itu dan seretlah dia ke tengah-tengah Neraka. (47) Kemudian curahkanlah di atas kepalanya (azab seksa) dari air panas yang menggelegak. (48) (Serta dikatakan kepadanya secara mengejek): Rasalah azab seksa, sebenarnya engkau adalah orang yang berpengaruh dan terhormat (dalam kalangan masyarakatmu) (49) (Kemudian dikatakan kepada ahli Neraka umumnya): Sesungguhnya inilah dia (azab seksa) yang kamu dahulu ragu-ragu terhadapnya! (50)-(Ad-Dukhan : 40-50)
betapa sedih dan derita keadaan di neraka sekiranya hamba berdosa ini tidak mendapat pengampunan dari Allah s.w.t.
andaikata dengan membaca terjemahan ayat Al-Quran tadi dengan isi kandungan tentang azab neraka tidak menimbulkan rasa sedih dalam hati,sama-samalah kita check lagi dan lagi akan iman kita kepada Allah s.w.t.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu (yang sempurna imannya) ialah mereka yang apabila disebut nama Allah (dan sifat-sifatNya) gementarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menjadikan mereka bertambah iman dan kepada Tuhan mereka jualah mereka berserah. (Al-Anfal : 2)
betapa banyaknya dosa diri sehinggakan bila disebut nama Allah pun,tiada rasa gementar hati.ya Allah,betapa lemahnya diri ini ya Allah..
lain pula dengan mereka yang bertaqwa kepada Allah s.w.t.sentiasa mentaati Allah dan rasulNya s.a.w.hidup dan matinya hanyalah kerana Allah s.w.t.maka syurga yang indah menjadi ganjaran di akhirat kelak.
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa (akan ditempatkan) di tempat tinggal yang aman sentosa. (51) Dia itu di dalam beberapa taman Syurga, dengan mata air-mata air terpancar padanya, (52) Mereka memakai pakaian dari kain sutera yang halus dan kain sutera tebal yang bersulam; (mereka duduk di tempat perhimpunan) sentiasa berhadap-hadapan (di atas pelamin masing-masing). (53) Demikianlah keadaannya dan Kami jadikan kawan teman mereka bidadari-bidadari yang putih melepak, lagi luas cantik matanya. (54) Mereka meminta di dalam Syurga itu tiap-tiap jenis buah-buahan (yang mereka ingini), dalam keadaan aman sentosa. (55) Mereka tidak merasai kematian dalam Syurga itu selain daripada mati yang mereka rasai (di dunia) dahulu dan Allah selamatkan mereka dari azab Neraka; (56) (Mereka diberikan semuanya itu) sebagai limpah kurnia dari Tuhanmu (wahai Muhammad); yang demikian itulah kemenangan yang besar. (57) Maka sesungguhnya tujuan Kami memudahkan Al-Quran dengan bahasamu (wahai Muhammad), ialah supaya mereka (yang memahaminya) beringat dan insaf (untuk beriman dan mematuhinya). (58) (Kiranya mereka tidak berbuat demikian) maka tunggulah (wahai Muhammad akan kesudahan mereka), sesungguhnya mereka juga menunggu (akan kesudahanmu). / (59) -(Ad-Dukhan : 51-59)
bagaimana nak menjadi orang bertaqwa?
Umar al-Khattab r.a. bertanya Ubai bin Kaab r.a. makna taqwa. Ubai r.a. menjawab, "Pernahkah kamu melalui jalan yg berduri?" Jawab Umar r.a., "Sudah tentu." Kata Ubai r.a., "Apa yg kamu lakukan?" Jawab Umar r.a., "Saya menyingsing pakaian dan berjalan penuh berhati2 agar tidak terkena duri2." Kata Ubai r.a.," Itulah Taqwa."
moga kehidupan seharian kita di muka bumi ini sentiasa menuju kepada redha Allah s.w.t. dengan taqwa kepada Allah s.w.t.tiada keindahan yang lebih indah daripada mentaati perintah Allah s.w.t. dengan jalan dan cara yang ditunjukkan oleh baginda Nabi Muhammad s.a.w.
masa aku baca Al-Quran tadi,terjumpa dengan satu ayat ni yang cukup menggerunkan bagi hambaNya yang berdosa;
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa (dengan kekufurannya), kekal selama-lamanya di dalam azab seksa Neraka Jahanam. (Surah Az-Zukhruf : 74)
betapa sedihnya berita ini kepada diri yang berdosa ini.ya Allah,ampunilah dosaku yang aku lakukan dengan sengaja dan tidak sengaja dan juga dosaku yang aku lakukan tanpa aku sedari ya Allah..jika Engkau tidak ampuni ya Allah,kepada siapa lagi dapat aku mengadu.
selesai surah Az-Zukhruf,terus sambung ke surah Ad-Dukhan.tiba di ayat 40 dan seterusnya,terdapat berita mengenai keadaan neraka yang dimasuki oleh mereka yang BERDOSA..apakah aku tidak berdosa?
Sesungguhnya hari pemutusan hukum untuk memberi balasan, ialah masa untuk mereka semua berhimpun; (40) Iaitu hari seseorang kerabat atau sahabat karib tidak dapat memberikan sebarang perlindungan kepada seseorang kerabat atau sahabat karibnya dan mereka pula tidak akan diberikan pertolongan (untuk menghapuskan azab itu), (41) Kecuali orang yang telah diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah jualah yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani. (42) (Ingatlah), sesungguhnya pokok Zaqqum; (43) (Buahnya) menjadi makanan bagi orang yang berdosa (dalam Neraka). (44) (Makanan ini pula panas) seperti tembaga cair, mendidih dalam perut; (45) Seperti mendidihnya air yang meluap-luap panasnya. (46) (Lalu diperintahkan kepada malaikat penjaga Neraka): Renggutlah orang yang berdosa itu dan seretlah dia ke tengah-tengah Neraka. (47) Kemudian curahkanlah di atas kepalanya (azab seksa) dari air panas yang menggelegak. (48) (Serta dikatakan kepadanya secara mengejek): Rasalah azab seksa, sebenarnya engkau adalah orang yang berpengaruh dan terhormat (dalam kalangan masyarakatmu) (49) (Kemudian dikatakan kepada ahli Neraka umumnya): Sesungguhnya inilah dia (azab seksa) yang kamu dahulu ragu-ragu terhadapnya! (50)-(Ad-Dukhan : 40-50)
betapa sedih dan derita keadaan di neraka sekiranya hamba berdosa ini tidak mendapat pengampunan dari Allah s.w.t.
andaikata dengan membaca terjemahan ayat Al-Quran tadi dengan isi kandungan tentang azab neraka tidak menimbulkan rasa sedih dalam hati,sama-samalah kita check lagi dan lagi akan iman kita kepada Allah s.w.t.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu (yang sempurna imannya) ialah mereka yang apabila disebut nama Allah (dan sifat-sifatNya) gementarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menjadikan mereka bertambah iman dan kepada Tuhan mereka jualah mereka berserah. (Al-Anfal : 2)
betapa banyaknya dosa diri sehinggakan bila disebut nama Allah pun,tiada rasa gementar hati.ya Allah,betapa lemahnya diri ini ya Allah..
lain pula dengan mereka yang bertaqwa kepada Allah s.w.t.sentiasa mentaati Allah dan rasulNya s.a.w.hidup dan matinya hanyalah kerana Allah s.w.t.maka syurga yang indah menjadi ganjaran di akhirat kelak.
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa (akan ditempatkan) di tempat tinggal yang aman sentosa. (51) Dia itu di dalam beberapa taman Syurga, dengan mata air-mata air terpancar padanya, (52) Mereka memakai pakaian dari kain sutera yang halus dan kain sutera tebal yang bersulam; (mereka duduk di tempat perhimpunan) sentiasa berhadap-hadapan (di atas pelamin masing-masing). (53) Demikianlah keadaannya dan Kami jadikan kawan teman mereka bidadari-bidadari yang putih melepak, lagi luas cantik matanya. (54) Mereka meminta di dalam Syurga itu tiap-tiap jenis buah-buahan (yang mereka ingini), dalam keadaan aman sentosa. (55) Mereka tidak merasai kematian dalam Syurga itu selain daripada mati yang mereka rasai (di dunia) dahulu dan Allah selamatkan mereka dari azab Neraka; (56) (Mereka diberikan semuanya itu) sebagai limpah kurnia dari Tuhanmu (wahai Muhammad); yang demikian itulah kemenangan yang besar. (57) Maka sesungguhnya tujuan Kami memudahkan Al-Quran dengan bahasamu (wahai Muhammad), ialah supaya mereka (yang memahaminya) beringat dan insaf (untuk beriman dan mematuhinya). (58) (Kiranya mereka tidak berbuat demikian) maka tunggulah (wahai Muhammad akan kesudahan mereka), sesungguhnya mereka juga menunggu (akan kesudahanmu). / (59) -(Ad-Dukhan : 51-59)
bagaimana nak menjadi orang bertaqwa?
Umar al-Khattab r.a. bertanya Ubai bin Kaab r.a. makna taqwa. Ubai r.a. menjawab, "Pernahkah kamu melalui jalan yg berduri?" Jawab Umar r.a., "Sudah tentu." Kata Ubai r.a., "Apa yg kamu lakukan?" Jawab Umar r.a., "Saya menyingsing pakaian dan berjalan penuh berhati2 agar tidak terkena duri2." Kata Ubai r.a.," Itulah Taqwa."
moga kehidupan seharian kita di muka bumi ini sentiasa menuju kepada redha Allah s.w.t. dengan taqwa kepada Allah s.w.t.tiada keindahan yang lebih indah daripada mentaati perintah Allah s.w.t. dengan jalan dan cara yang ditunjukkan oleh baginda Nabi Muhammad s.a.w.
Fadhilat Solat - hadith 5
"Ada seorang bertanya kepada Ibnu Abbas r.a. bagaimanakah dengan seorang yang berpuasa sepanjang hari dan bersolat nafil sepanjang malam tetapi tidak pergi ke masjid untuk solat berjemaah dan solat Jumaat?Ibnu Abbas r.a. menjawab bawaha dia ada;ah penghuni neraka Jahannam."
Orang seumpama ini,oleh kerana dia seorang Islam,mungkin dia dibebaskan dari neraka tetapi siapakah yang tahu berapa lamanya dia terpaksa tinggal di dalam neraka itu.
Para ahli sufi dan para syeikh amat mementingkan zikir dan solat nafil serta menganggap ini satu amalan soleh padahal mereka tidak mementingkan solat berjemaah.Maka hendaklah selalu diingat bahawa tidak ada orang yang boleh mencapai darjat kesolehan kecuali dengan benar-benar mematuhi amalan-amalan kekasih kita Nabi Muhammad s.a.w.
Adalah dinyatakan di dalam sebuah hadith bahawa Allah s.w.t. mengutuk 3 jenis manusia iaitu:
1. Seorang imam yang mendesak mengimami orang di sesuatu tempat dalam solat padahal mereka benci padanya kerana sebab yang patut.
2. Seorang wanita yang dimurkai oleh suaminya.
3. Seorang yang mendengar azan tetapi tidak pergi ke masjid untuk solat berjemaah.
Orang seumpama ini,oleh kerana dia seorang Islam,mungkin dia dibebaskan dari neraka tetapi siapakah yang tahu berapa lamanya dia terpaksa tinggal di dalam neraka itu.
Para ahli sufi dan para syeikh amat mementingkan zikir dan solat nafil serta menganggap ini satu amalan soleh padahal mereka tidak mementingkan solat berjemaah.Maka hendaklah selalu diingat bahawa tidak ada orang yang boleh mencapai darjat kesolehan kecuali dengan benar-benar mematuhi amalan-amalan kekasih kita Nabi Muhammad s.a.w.
Adalah dinyatakan di dalam sebuah hadith bahawa Allah s.w.t. mengutuk 3 jenis manusia iaitu:
1. Seorang imam yang mendesak mengimami orang di sesuatu tempat dalam solat padahal mereka benci padanya kerana sebab yang patut.
2. Seorang wanita yang dimurkai oleh suaminya.
3. Seorang yang mendengar azan tetapi tidak pergi ke masjid untuk solat berjemaah.
Thursday, 9 October 2008
Fikir
"Learning without thinking is useless,and thinking without learning is dangerous".
itulah salah satu ungkapan yang dapat aku tangkap dari ulangkaji ceramah ustaz pada summercamp yang lepas..tiada yang benar melainkan benar sungguh ungkapan ini..
dapat kita perhatikan sangat-sangat perkara ini dalam persekitaran hidup kita.berapa ramai manusia yang belajar sesuatu perkara,tetapi tiadanya fikir dan proses atas perkara yang dipelajarinya itu,perkara itu tidak membawa apa-apa makna dalam hidupnya.berapa ramai orang Mesia sendiri yang banyak pengetahuannya,tapi ceteknya proses serta pengamalan terhadap ilmu tersebut,maka tiada faedah yang dapat digarap daripada ilmu yang dipelajarinya itu.
fikir,tanpa adanya ilmu pula lebih parah akibatnya.dari sini la wujudnya pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan tabi'e manusia,ajaran sesat juga berleluasa akibat fikiran manusia yang jahil dalam bidang ilmu.
tiada fikir yang lebih baik daripada fikir untuk memajukan agama Allah di muka bumi.tiada fikir yang lebih mulia daripada fikir ummat yang didokong oleh baginda nabi Muhammad saw.fikir yang semacam inilah yang perlu ada dalam setiap diri kita selaku seorang muslim.dari fikir,tercetusnya jalan.dari situ bermulalah liku-liku dakwah yang perlu kita jalankan dalam hidup kita.
janganlah kita salah gunakan fikir kita semata-mata untuk mencari kemewahan hidup semata-mata.sedangkan hidup di dunia ini tiada yang kekal dan sahih melainkan mainan semata-mata.malah,gunakanlah nikmat fikir ini untuk kepentingan agama Allah semata-mata.bukan sahaja untuk dunia,bahkan untuk kehidupan akhirat yang kekal abadi.jangan pula kita asingkan kehidupan dunia dengan akhirat seperti tuntutan aliran sekular.betulkan niat kita dalam setiap perbuatan semata-mata mencari redha Allah swt.
"innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil‘alamin"
[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam"
itulah salah satu ungkapan yang dapat aku tangkap dari ulangkaji ceramah ustaz pada summercamp yang lepas..tiada yang benar melainkan benar sungguh ungkapan ini..
dapat kita perhatikan sangat-sangat perkara ini dalam persekitaran hidup kita.berapa ramai manusia yang belajar sesuatu perkara,tetapi tiadanya fikir dan proses atas perkara yang dipelajarinya itu,perkara itu tidak membawa apa-apa makna dalam hidupnya.berapa ramai orang Mesia sendiri yang banyak pengetahuannya,tapi ceteknya proses serta pengamalan terhadap ilmu tersebut,maka tiada faedah yang dapat digarap daripada ilmu yang dipelajarinya itu.
fikir,tanpa adanya ilmu pula lebih parah akibatnya.dari sini la wujudnya pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan tabi'e manusia,ajaran sesat juga berleluasa akibat fikiran manusia yang jahil dalam bidang ilmu.
tiada fikir yang lebih baik daripada fikir untuk memajukan agama Allah di muka bumi.tiada fikir yang lebih mulia daripada fikir ummat yang didokong oleh baginda nabi Muhammad saw.fikir yang semacam inilah yang perlu ada dalam setiap diri kita selaku seorang muslim.dari fikir,tercetusnya jalan.dari situ bermulalah liku-liku dakwah yang perlu kita jalankan dalam hidup kita.
janganlah kita salah gunakan fikir kita semata-mata untuk mencari kemewahan hidup semata-mata.sedangkan hidup di dunia ini tiada yang kekal dan sahih melainkan mainan semata-mata.malah,gunakanlah nikmat fikir ini untuk kepentingan agama Allah semata-mata.bukan sahaja untuk dunia,bahkan untuk kehidupan akhirat yang kekal abadi.jangan pula kita asingkan kehidupan dunia dengan akhirat seperti tuntutan aliran sekular.betulkan niat kita dalam setiap perbuatan semata-mata mencari redha Allah swt.
"innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil‘alamin"
[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam"
Sunday, 5 October 2008
Sifat Mahmudah - Hijjaz
|
( korus )
Inilah Sebahagiaan sifat mahmudah
Yang patut ada pada diri kita
Susah dimiliki payah dijaga
Hanya yang punya
Yang bermujahadah 2X
Ikhlas itu jiwa yang murni
Rahsia Allah di dalam hati
Terlalu sembunyi tapi dapat dikesan
Jika disuluh dengan saksama
Nista dan puji tiada berbeza
( ulang korus )
Redha sifat hati yang suci
Ujian yang tiba rasa gembira
Atau tiada apa terasa
Kerna menerima anugerah Tuhannya
Kerna menerima anugerah Tuhannya
Sifat Sabar sedikit berbeza
Ujian yang menimpa sakit dirasa
Tapi dapat ditahan perasaannya
Hanya bermain di dalam sahaja
Di luar tidak nampak terang nyata
( ulang korus )
Friday, 19 September 2008
PEMUDA PADA MASA LALU(dipetik dari mail Cikgu Jamil-Sester)
Rasulullah s.a.w. bersabda;
“Tidak bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia dipertanyakan tentang 4 perkara; tentang usianya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa dipergunakan, tentang hartanya dari mana didapat dan untuk apa dinafkahkan, dan tentang ilmunya untuk apa diamalkan.”
[Riwayat al-Baihaqi dan selainnya dari Mu'adz bin Jabal radhiallahu Anhu]
Begitulah keadaan setiap anak Adam di hari akhirat kelak. Tidak akan ada seorang pun yang akan mempunyai kuasa bahkan ke atas dirinya sendiri. Setiap anak Adam hanya menunggu dan menanti keputusan Allah s.w.t. Pemilik Hari Pengakhiran.
Namun antara satu aspek penting yang dapat kita pelajari dari hadis di atas adalah penekanan yang Rasulullah s.a.w. berikan pada usia setiap anak Adam. Rasulullah s.a.w. mengulang kembali isi tentang usia dengan merincikan ia kepada masa muda bagi anak Adam, untuk apa ia dipergunakan. Tidak dapat tidak, amat perlu untuk kita menilai kembali kepentingan dan signifikasi masa muda setiap anak Adam selain dari sekadar usianya kesuluruhan.
Sepanjang sejarah manusia, sememangnya pemuda tidak dapat diasingkan dari kejadian yang menakjubkan dan yang memberi kesan kepada ketamadunan kita. Merungkai kembali peranan pemuda dalam sirah islam, kita menemukan banyak sekali catatan yang termaktub tentang mereka. Ciri-ciri mereka dalam sejarah diceritakan dalam Al-Quran yang tiada keraguan dalamnya.
Keyakinan dan keberanian yang mantap
Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir’aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. dan Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas. (Yunus, Surah ke-10)
Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita Ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk.(al-Kahfi, surah ke-18 )
Maka sememangnya pemudalah yang mempunyai keyakinan dan keberanian yang tinggi. Kendatipun mereka menyedari bahawa fir’aun akan menyiksa mereka, namun mereka tetap beriman dengan kebenaran yang dibawa oleh Nabi Musa a.s. Begitu juga kisah pemuda penghuni gua yang melarikan diri demi berpegang teguh dengan akidah yang benar.
Dalam sejarah dunia secara umumnya sekalipun, kita dapat memerhatikan bahawa sifat ini adalah fitrah mereka. Revolusi dan perubahan yang berlaku dalam kancah pemikiran dan konflik ketamadunan dunia baik barat mahupun timur seringkali dihiasi dengan pemuda dan merekalah yang menjadi tonggak dalam satu-satu perjuangan.
Mereka berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala Ini yang bernama Ibrahim “.(Al-Anbiya’, surah ke-21)
Begitulah pula seperti yang ditunjukkan Nabi Ibrahim a.s. yang mempunyai keimanan yang teguh bahawa tuhan tidak mungkin dari berhala yang tidak mampu berbuat apa-apa, lantas ia mencela kebatilan di hadapan masyarakatnya. Dalam apa jua keadaan, keimanan dan keyakinan ini diterjemahkan dengan jelas dalam perbuatan mereka, dan pemuda tidak sekali-kali layak untuk menjadi bacul dalam menghadapi kebatilan.
Memiliki kesabaran dan ketaatan yang benar
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (As-Shaffat, surah ke-37)
Nabi Ismail a.s. mengajar kepada para pemuda yang benar agar bersabar dan taat pada kebenaran. Ia tidak langsung ragu pada perintah yang diterima oleh ayahnya, Nabi Ibrahim a.s. sekalipun isu yang dibawa terkait dengan nyawanya sendiri.
Di sini perlu kita jelas dengan garis pemisah yang ditunjukkan dalam kisah Nabi Ismail ini bahawa kesabaran dan ketaatan yang dicurahkan adalah demi yang diperintahkan oleh Allah yang Maha Benar. Kesabaran dan ketaatan itu tidak diberikan kepada yang mengingkari al-Khaliq, seperti dalam sebuah hadith riwayat Imam Bukhari,
Dari Ali,
Rasulullah s.a.w. menghantar satu pasukan tentera dan melantik di antara mereka seorang ketua. Lelaki yang menjadi ketua itu membuat unggun api dan kemudiannya berkata kepada pengikutnya, “Masuklah ke dalamnya(api).”. Sebahagian dari mereka ingin masuk kerana taat, sedangkan yang lain berkata, “Kami telah lari darinya(kami masuk ke dalam islam untuk menjauhi dari api neraka - pent).” Setelah pulang, mereka menceritakan hal itu kepada Rasulullah s.a.w. dan tentang adanya mereka yang ingin terjun ke dalam api itu, lantas Rasulullah s.a.w. bersabda, “Jika mereka masuk ke dalamnya(api), maka mereka akan kekal di dalamnya sehingga Hari Kiamat.” Kemudian baginda menyambung, “Tiada ketaatan dalam kemungkaran, ketaatan hanya pada yang baik.” (Hadith 363, Bab 91, Jilid 9).
Dalam tekanan yang diterima oleh pemuda islam sekarang yang berlaku secara halus dalam mereka berusaha untuk beramal dengan islam yang benar, hendaklah terus menerus kita bersabar dan taat pada perintah Allah s.w.t. sepertimana yang dipaparkan oleh Nabi Ismail a.s. Bukan ruang untuk kita mengambil jalan berputus asa kerana pemuda-pemudi muslim yang sebenar tidak pernah diajar jalan kelemahan dan putus harapan. Tidak sekali-kali !.
Taqwa, berakhlaq mulia dan adil
Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku Telah memperlakukan Aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.(Yusuf, surah ke-23)
Ini merupakan sebuah lagi kisah yang digambarkan oleh al-Quran tentang sifat pemuda yang dipercayai dan dimuliakan oleh Allah s.w.t. Pertamanya sifat taqwa yang tinggi dan sempurna kerana kemampuan pemuda dengan jiwa kuat dan sedar. Pemuda yang dimuliakan oleh Allah adalah yang bertaqwa dan mempunyai akhlaq yang mulia. Inilah sifat-sifat asasi pemuda yang bermakna kepada sejarah manusia. Tindakan mereka adalah untuk keredhaan Allah s.w.t.dan mereka berlaku adil dalam setiap perkara. Inilah juga merupakan manifestasi kepada keimanan dan keberanian yang tinggi. Jika dinilai dari godaan yang diuji ke atas Nabi Yusuf, a.s., pastinya amat sedikit dan barangkali tiada seorang pun yang akan tegar menolak godaan dan pujukan wanita tersebut. Namun begitulah Allah mahu mendidik generasi pemuda yang mendatang melalui contoh tauladan yang baik dari kisah pemuda terdahulu.
Generasi pemuda di zaman Nabi Muhammad s.a.w.
Sekiranya para pemuda sekalian masih mampu berdalih dengan sifat yang dipaparkan oleh golongan anbiya’, maka lihatlah kembali pada generasi para sahabat yang berjuang bersama Nabi s.a.w. dan mereka merupakan entiti yang bernilai tinggi dalam sejarah manusia. Mereka ini bukanlah para nabi atau rasul, mereka hanyalah manusia biasa, namun mereka tetap mampu untuk berdiri teguh pada kebenaran. Jelasnya mereka sekali lagi memaparkan ciri-ciri pemuda yang sebenar. Inilah kriteria yang menjadikan pemuda-pemudi sekalian bernilai dan dikira sebagai satu entiti dalam jasad ummah.
Bukanlah angan-angan, ya syabab ! Ini adalah realiti.
Bahkan Ibn Abbas berpendapat bahawa rasul-rasul dan orang-orang yang dikurniai ilmu adalah dari kalangan pemuda. Dan ini adalah pendapat yang disokong bukti dari al-Quran, as-sunnah dan dari sejarah umat ini sendiri.
Jadi pemuda-pemudi sekalian, dimanakah akan kamu pergunakan masa muda mu dalam kehidupan ini? Adakah kelak kamu tidak akan berganjak ke mana-mana kerana masa mudamu telah hilang ditelan al-hawa’ ?
Wallahu’alam.
“Tidak bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia dipertanyakan tentang 4 perkara; tentang usianya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa dipergunakan, tentang hartanya dari mana didapat dan untuk apa dinafkahkan, dan tentang ilmunya untuk apa diamalkan.”
[Riwayat al-Baihaqi dan selainnya dari Mu'adz bin Jabal radhiallahu Anhu]
Begitulah keadaan setiap anak Adam di hari akhirat kelak. Tidak akan ada seorang pun yang akan mempunyai kuasa bahkan ke atas dirinya sendiri. Setiap anak Adam hanya menunggu dan menanti keputusan Allah s.w.t. Pemilik Hari Pengakhiran.
Namun antara satu aspek penting yang dapat kita pelajari dari hadis di atas adalah penekanan yang Rasulullah s.a.w. berikan pada usia setiap anak Adam. Rasulullah s.a.w. mengulang kembali isi tentang usia dengan merincikan ia kepada masa muda bagi anak Adam, untuk apa ia dipergunakan. Tidak dapat tidak, amat perlu untuk kita menilai kembali kepentingan dan signifikasi masa muda setiap anak Adam selain dari sekadar usianya kesuluruhan.
Sepanjang sejarah manusia, sememangnya pemuda tidak dapat diasingkan dari kejadian yang menakjubkan dan yang memberi kesan kepada ketamadunan kita. Merungkai kembali peranan pemuda dalam sirah islam, kita menemukan banyak sekali catatan yang termaktub tentang mereka. Ciri-ciri mereka dalam sejarah diceritakan dalam Al-Quran yang tiada keraguan dalamnya.
Keyakinan dan keberanian yang mantap
Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir’aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. dan Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas. (Yunus, Surah ke-10)
Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita Ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk.(al-Kahfi, surah ke-18 )
Maka sememangnya pemudalah yang mempunyai keyakinan dan keberanian yang tinggi. Kendatipun mereka menyedari bahawa fir’aun akan menyiksa mereka, namun mereka tetap beriman dengan kebenaran yang dibawa oleh Nabi Musa a.s. Begitu juga kisah pemuda penghuni gua yang melarikan diri demi berpegang teguh dengan akidah yang benar.
Dalam sejarah dunia secara umumnya sekalipun, kita dapat memerhatikan bahawa sifat ini adalah fitrah mereka. Revolusi dan perubahan yang berlaku dalam kancah pemikiran dan konflik ketamadunan dunia baik barat mahupun timur seringkali dihiasi dengan pemuda dan merekalah yang menjadi tonggak dalam satu-satu perjuangan.
Mereka berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala Ini yang bernama Ibrahim “.(Al-Anbiya’, surah ke-21)
Begitulah pula seperti yang ditunjukkan Nabi Ibrahim a.s. yang mempunyai keimanan yang teguh bahawa tuhan tidak mungkin dari berhala yang tidak mampu berbuat apa-apa, lantas ia mencela kebatilan di hadapan masyarakatnya. Dalam apa jua keadaan, keimanan dan keyakinan ini diterjemahkan dengan jelas dalam perbuatan mereka, dan pemuda tidak sekali-kali layak untuk menjadi bacul dalam menghadapi kebatilan.
Memiliki kesabaran dan ketaatan yang benar
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (As-Shaffat, surah ke-37)
Nabi Ismail a.s. mengajar kepada para pemuda yang benar agar bersabar dan taat pada kebenaran. Ia tidak langsung ragu pada perintah yang diterima oleh ayahnya, Nabi Ibrahim a.s. sekalipun isu yang dibawa terkait dengan nyawanya sendiri.
Di sini perlu kita jelas dengan garis pemisah yang ditunjukkan dalam kisah Nabi Ismail ini bahawa kesabaran dan ketaatan yang dicurahkan adalah demi yang diperintahkan oleh Allah yang Maha Benar. Kesabaran dan ketaatan itu tidak diberikan kepada yang mengingkari al-Khaliq, seperti dalam sebuah hadith riwayat Imam Bukhari,
Dari Ali,
Rasulullah s.a.w. menghantar satu pasukan tentera dan melantik di antara mereka seorang ketua. Lelaki yang menjadi ketua itu membuat unggun api dan kemudiannya berkata kepada pengikutnya, “Masuklah ke dalamnya(api).”. Sebahagian dari mereka ingin masuk kerana taat, sedangkan yang lain berkata, “Kami telah lari darinya(kami masuk ke dalam islam untuk menjauhi dari api neraka - pent).” Setelah pulang, mereka menceritakan hal itu kepada Rasulullah s.a.w. dan tentang adanya mereka yang ingin terjun ke dalam api itu, lantas Rasulullah s.a.w. bersabda, “Jika mereka masuk ke dalamnya(api), maka mereka akan kekal di dalamnya sehingga Hari Kiamat.” Kemudian baginda menyambung, “Tiada ketaatan dalam kemungkaran, ketaatan hanya pada yang baik.” (Hadith 363, Bab 91, Jilid 9).
Dalam tekanan yang diterima oleh pemuda islam sekarang yang berlaku secara halus dalam mereka berusaha untuk beramal dengan islam yang benar, hendaklah terus menerus kita bersabar dan taat pada perintah Allah s.w.t. sepertimana yang dipaparkan oleh Nabi Ismail a.s. Bukan ruang untuk kita mengambil jalan berputus asa kerana pemuda-pemudi muslim yang sebenar tidak pernah diajar jalan kelemahan dan putus harapan. Tidak sekali-kali !.
Taqwa, berakhlaq mulia dan adil
Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku Telah memperlakukan Aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.(Yusuf, surah ke-23)
Ini merupakan sebuah lagi kisah yang digambarkan oleh al-Quran tentang sifat pemuda yang dipercayai dan dimuliakan oleh Allah s.w.t. Pertamanya sifat taqwa yang tinggi dan sempurna kerana kemampuan pemuda dengan jiwa kuat dan sedar. Pemuda yang dimuliakan oleh Allah adalah yang bertaqwa dan mempunyai akhlaq yang mulia. Inilah sifat-sifat asasi pemuda yang bermakna kepada sejarah manusia. Tindakan mereka adalah untuk keredhaan Allah s.w.t.dan mereka berlaku adil dalam setiap perkara. Inilah juga merupakan manifestasi kepada keimanan dan keberanian yang tinggi. Jika dinilai dari godaan yang diuji ke atas Nabi Yusuf, a.s., pastinya amat sedikit dan barangkali tiada seorang pun yang akan tegar menolak godaan dan pujukan wanita tersebut. Namun begitulah Allah mahu mendidik generasi pemuda yang mendatang melalui contoh tauladan yang baik dari kisah pemuda terdahulu.
Generasi pemuda di zaman Nabi Muhammad s.a.w.
Sekiranya para pemuda sekalian masih mampu berdalih dengan sifat yang dipaparkan oleh golongan anbiya’, maka lihatlah kembali pada generasi para sahabat yang berjuang bersama Nabi s.a.w. dan mereka merupakan entiti yang bernilai tinggi dalam sejarah manusia. Mereka ini bukanlah para nabi atau rasul, mereka hanyalah manusia biasa, namun mereka tetap mampu untuk berdiri teguh pada kebenaran. Jelasnya mereka sekali lagi memaparkan ciri-ciri pemuda yang sebenar. Inilah kriteria yang menjadikan pemuda-pemudi sekalian bernilai dan dikira sebagai satu entiti dalam jasad ummah.
Bukanlah angan-angan, ya syabab ! Ini adalah realiti.
Bahkan Ibn Abbas berpendapat bahawa rasul-rasul dan orang-orang yang dikurniai ilmu adalah dari kalangan pemuda. Dan ini adalah pendapat yang disokong bukti dari al-Quran, as-sunnah dan dari sejarah umat ini sendiri.
Jadi pemuda-pemudi sekalian, dimanakah akan kamu pergunakan masa muda mu dalam kehidupan ini? Adakah kelak kamu tidak akan berganjak ke mana-mana kerana masa mudamu telah hilang ditelan al-hawa’ ?
Wallahu’alam.
Thursday, 21 August 2008
Summercamp 2008
alhamdulillah perjalanan aku ke tpt program summercamp kali ni selamat dari perkara yang x diingini berlaku..

gmbr sepasang shinkansen sebelah menyebelah dari hachinohe ke sendai
dari sendai aku amik densha biasa sampai la ke destinasi terakhir perjalanan..
program kali ni agak berbeza dengan program2 sbelum ini yang melibatkan bilangan peserta ikhwah melebihi bilangan peserta akhwat..nandedarou ne..pepun,byk perkara dapat dipelajari dari program kali ni yg insyaAllah diharapkan bermanfaat utk diri dan agama..moga perkara yang dipeljari dari Ustaz Hasrizal yg datang dari Mesia dapat aku manfaatkan di lain2 masa dan ketika dalam mencapai kesempurnaan agama..

peserta program

bersama Ustaz Hasrizal
tahniah juga kepada semua ajk2 yang berkhidmat dengan sepenuh tenaga dalam menjayakan program kali ini..insyaAllah sama-sama kita perbaiki lagi mana kelemahan yang ada demi kebaikan bersama..kepada yang berkorban tu,moga mendapat ganjaran pahala yang besar dari sisi Allah swt..nk video pengisian?rujuk ajk BITV..hehe..korekara mo ganbarou..
time kasih juga diucapkan kepada ustaz yang setia menjawab soalan2 yang diajukan oleh peserta2 sepanjang masa di luar pengisian formal..byk benda dapat belajar kali ni dan makin jelas perkara2 yang kabur dan kelam sebelum ni..pengorbanan famili ustaz juga x kurang hebatnya..moga Allah kurniakan kebahagiaan dalam keluarga ustaz sepanjang masa.amiin..
gmbr sepasang shinkansen sebelah menyebelah dari hachinohe ke sendai
dari sendai aku amik densha biasa sampai la ke destinasi terakhir perjalanan..
program kali ni agak berbeza dengan program2 sbelum ini yang melibatkan bilangan peserta ikhwah melebihi bilangan peserta akhwat..nandedarou ne..pepun,byk perkara dapat dipelajari dari program kali ni yg insyaAllah diharapkan bermanfaat utk diri dan agama..moga perkara yang dipeljari dari Ustaz Hasrizal yg datang dari Mesia dapat aku manfaatkan di lain2 masa dan ketika dalam mencapai kesempurnaan agama..
peserta program
bersama Ustaz Hasrizal
tahniah juga kepada semua ajk2 yang berkhidmat dengan sepenuh tenaga dalam menjayakan program kali ini..insyaAllah sama-sama kita perbaiki lagi mana kelemahan yang ada demi kebaikan bersama..kepada yang berkorban tu,moga mendapat ganjaran pahala yang besar dari sisi Allah swt..nk video pengisian?rujuk ajk BITV..hehe..korekara mo ganbarou..
time kasih juga diucapkan kepada ustaz yang setia menjawab soalan2 yang diajukan oleh peserta2 sepanjang masa di luar pengisian formal..byk benda dapat belajar kali ni dan makin jelas perkara2 yang kabur dan kelam sebelum ni..pengorbanan famili ustaz juga x kurang hebatnya..moga Allah kurniakan kebahagiaan dalam keluarga ustaz sepanjang masa.amiin..
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kezaliman: Diharamkan, Ditakuti, Dijauhi
"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku, dan Aku jadikannya haram antara kamu, maka janganlah...
-
Taklimat Terperinci: Ucapan Empat Bulan Abu Obeida dari Hamas Taklimat ini merumuskan tema-tema utama dan fakta daripada ucapan Abu Obeida, ...
-
Kisah pertembungan antara Nabi Ibrahim A.S. dengan Raja Namrud merupakan salah satu naratif paling ikonik dalam sejarah para nabi. Ia melamb...
-
1. Kesalahan Jenayah: Penyalahgunaan Jawatan (Abuse of Power) Penggunaan "kabel" dalam membuat keputusan yang tidak sepatutnya, se...