Sunday, 29 November 2009
Wednesday, 18 November 2009
Bukanlah dikatakan ilmu...
"ustaz, saya dengar dari Youtube, ada ustaz tu cakap solat lelaki n perempuan tiada bezanya.betul ke ustaz? tapi bila saya dengar yang lain, ada yang cakap ada beza plak..mcm mana tu ustaz?" - tanya seorang kohai aku kat Muroran ni..
"itu la zaman sekarang ni..ramai yang menganggap ilmu itu adalah Al-Quran dan Hadith semata-mata..padahal BUKANLAH YANG DIKATAKAN ILMU ITU ADALAH DALIL SEMATA-MATA..YANG DIKATAKAN ILMU ITU ADALAH YANG TERATUR YAKNI,
1) DALIL
2) KAEDAH NAK MEMAHAMI
3) DAN ORANG YANG DIANUGERAHI BAKAT UNTUK FAHAMI DALIL2.." - jawab ustaz melalui konferens kami di Skype..
"oooo..patut la saya pening je tengok kat internet ni..."
"pernah sekali perbualan Rasulullah saw dengan sahabatnya di dalam satu hadith baginda saw.
Rasulullah : Kamu belajarlah ilmu sebanyak-banyaknya sebelum ilmu itu hilang.
Sahabat : Bagaimana ilmu boleh hilang? Sedangkan Hadith dan Al-Quran kekal sampai kiamat?
Rasulullah : Kasihan mak kamu kerana lahirkan orang yang tidak faham.Sedangkan Yahudi dan Nasara sesat walaupun kitab mereka ada.Yang dikatakan hilang ilmu itu adalah dengan hilangnya ulamak yang memahami Al-Quran dan Hadith.
begitulah dengan situasi kita zaman ini.kita tidak boleh belajar melalui bacaan semata-mata.ilmu agama apatah lagi perlu berguru bila ingin memahaminya." - tambah ustaz tu lagi..
begitulah situasi zaman kita sekarang ni..ramai yang buat jemaah baru sebab tidak puas hati dengan jemaah yang sedia ada..kita mengharapkan kesahihan ilmu dengan berdasarkan Al-Quran dan Hadith ikut kefahaman kita..sedangkan yang dikatakan ilmu itu ADALAH KEFAHAMAN YANG DIDASARKAN KEPADA AL-QURAN DAN HADITH MELALUI ULAMAK-ULAMAK YANG DIANUGERAHI KEFAHAMAN PERKARA TERSEBUT.
lagi satu benda kita kena hati-hati ketika bertanya ialah kita kena tanya dulu ustaz-ustaz yang kita ingin jadikan sebagai rujukan ni apa bidang ilmu dia..kalau kita bertanya tentang fiqh pada ustaz yang khusus bidang bahasa arab, maka lainlah jawapan yang diberikan..
sama juga dengan keadaan kita yang belajar ilmu engineering..kalau kita ditanya tentang bidang selain bidang kita, kita tiada hak dan kefahaman tentang perkara selain bidang kita tersebut..jadi, katakanlah 'tidak tahu' ketika kita tidak tahu dan janganlah kita buat-buat tahu..kalau kita khusus bidang Bahasa Jepun, kita memang tiada kefahaman dalam bidang engineering kat Jepun..
wallahu'alam..
"itu la zaman sekarang ni..ramai yang menganggap ilmu itu adalah Al-Quran dan Hadith semata-mata..padahal BUKANLAH YANG DIKATAKAN ILMU ITU ADALAH DALIL SEMATA-MATA..YANG DIKATAKAN ILMU ITU ADALAH YANG TERATUR YAKNI,
1) DALIL
2) KAEDAH NAK MEMAHAMI
3) DAN ORANG YANG DIANUGERAHI BAKAT UNTUK FAHAMI DALIL2.." - jawab ustaz melalui konferens kami di Skype..
"oooo..patut la saya pening je tengok kat internet ni..."
"pernah sekali perbualan Rasulullah saw dengan sahabatnya di dalam satu hadith baginda saw.
Rasulullah : Kamu belajarlah ilmu sebanyak-banyaknya sebelum ilmu itu hilang.
Sahabat : Bagaimana ilmu boleh hilang? Sedangkan Hadith dan Al-Quran kekal sampai kiamat?
Rasulullah : Kasihan mak kamu kerana lahirkan orang yang tidak faham.Sedangkan Yahudi dan Nasara sesat walaupun kitab mereka ada.Yang dikatakan hilang ilmu itu adalah dengan hilangnya ulamak yang memahami Al-Quran dan Hadith.
begitulah dengan situasi kita zaman ini.kita tidak boleh belajar melalui bacaan semata-mata.ilmu agama apatah lagi perlu berguru bila ingin memahaminya." - tambah ustaz tu lagi..
begitulah situasi zaman kita sekarang ni..ramai yang buat jemaah baru sebab tidak puas hati dengan jemaah yang sedia ada..kita mengharapkan kesahihan ilmu dengan berdasarkan Al-Quran dan Hadith ikut kefahaman kita..sedangkan yang dikatakan ilmu itu ADALAH KEFAHAMAN YANG DIDASARKAN KEPADA AL-QURAN DAN HADITH MELALUI ULAMAK-ULAMAK YANG DIANUGERAHI KEFAHAMAN PERKARA TERSEBUT.
lagi satu benda kita kena hati-hati ketika bertanya ialah kita kena tanya dulu ustaz-ustaz yang kita ingin jadikan sebagai rujukan ni apa bidang ilmu dia..kalau kita bertanya tentang fiqh pada ustaz yang khusus bidang bahasa arab, maka lainlah jawapan yang diberikan..
sama juga dengan keadaan kita yang belajar ilmu engineering..kalau kita ditanya tentang bidang selain bidang kita, kita tiada hak dan kefahaman tentang perkara selain bidang kita tersebut..jadi, katakanlah 'tidak tahu' ketika kita tidak tahu dan janganlah kita buat-buat tahu..kalau kita khusus bidang Bahasa Jepun, kita memang tiada kefahaman dalam bidang engineering kat Jepun..
wallahu'alam..
Friday, 30 October 2009
Friday, 28 August 2009
Friday, 31 July 2009
Jadual Tuhan Itu Pasti - Qatrunnada
|
Tuhan...
Sungguh siksa menunggu
Menunggu janjiMu tidak kunjung tiba
Berita telah Engkau beritahu
Tarikh yang tepat Engkau tidak pastikan
Tapi Engkau tahu kami yang tidak tahu
Rasanya tidak lama lagi
Bagi kami terasa lama
Kami sabar menunggu kerna ada hikmahnya
Mengapa peristiwa belum terjadi
Mungkin kami perlu mempersiapkan diri
Janjimu pasti akan berlaku
Ia pasti akan terjadi
Karena Engkau yang memberitahu
Melalui lidah nabiMu
Maha Suci Engkau daripada berdusta
Karena itulah kami yakin pasti berlaku
Tuhan..
Kami sungguh rindu
Melihat keagungan agamaMu
Rasanya tidak tertahan lagi
Segera ia akan berlaku
Yang lebih kami tidak tahan lagi
Kekufuran penzaliman menjadi-jadi
Bilakah kebenaran hendak mengganti
Engkaulah Yang Maha Mengetahui
Mengapa peristiwa belum terjadi
Mungkin kami perlu mempersiapkan diri
Janjimu pasti akan berlaku
Ia pasti akan terjadi
Karena Engkau yang memberitahu
Melalui lidah nabiMu
Maha Suci Engkau daripada berdusta
Karena itulah kami yakin pasti berlaku
Tuhan...
Sungguh siksa menunggu
Menunggu janjiMu tidak kunjung tiba
Berita telah Engkau beritahu
Tarikh yang tepat Engkau tidak pastikan
Tapi Engkau tahu kami yang tidak tahu
Rasanya tidak lama lagi
Bagi kami terasa lama
Kami sabar menunggu kerna ada hikmahnya 2X
Tuesday, 28 July 2009
Taubat - Opick
Wahai Tuhan jauh sudah
Lelah kaki melangkah
Aku hilang tanpa arah
Rindu hati sinarmu
Wahai Tuhan aku lemah
Hina berlumur noda
Hapuskanlah terangilah
Jiwa di hitam jalanku
Ampunkanlah aku
Terimalah taubatku
Sesungguhnya engkau
Sang Maha Pengampun Dosa
Ya Rabbi ijinkanlah
Aku kembali padaMu
Meski mungkin takkan sempurna
Aku sebagai hambaMu
Ampunkanlah aku
Terimalah taubatku
Sesungguhnya engkau
Sang Maha Pengampun Dosa
Berikanlah aku kesempatan waktu
Aku ingin kembali
Kembali kepadaMu
Dan mungkin tak layak
Sujud padaMu
Dan sungguh tak layak aku
Monday, 13 July 2009
Kisah Pendaki Gunung
Once there was an amazing hiker. This hiker was remarkably skilled at climbing mountains. He was never afraid to climb mountains by himself. One day he decided that he wanted to conquer the highest and steepest mountain. He began very early in the morning, and went by himself. He never lost his tenacity or determination to reach the top and conquer the mountain. As the sun set, he began to notice how steep the climb really was and he had only reached the middle of the mountain. He had the option to continue forward in the darkness or to climb down and attempt the climb another day. He resolved to continue on. As nighttime fell, the weather began to drop and it had suddenly become very cold outside. All of a sudden the skilled mountain climber lost his footing and fell, still holding on to his rope. His rope fell with him but stopped at a specific point. At this point however, the mountain was cleaved in and all around him was just empty space and nothing to hold on to. His hands began to bleed from holding on to the rope so tightly for dear life. He began to shout to God asking God to help him and save him from this situation. All of a sudden he heard a voice. The voice said, “Do you believe in me?” The climber, in his complete hysteria, responded, “I always denied your existence outwardly, but I know that you exist.” The voice said, “Do you trust me?” The climber responded, “Of course I do, You are the only one who can help me.” The voice then said, “Let go of the rope.”
The climber said, “That is insane. There is no way I can let go of the rope- it is the only thing that is keeping me alive.”
The next day a rescue team went out to look for the climber and they found his body still holding tightly to the rope. He had frozen to death.
When people saw the frozen climber, they could not help but ask, “Why didn’t he just let go of the rope? He was only two feet off the ground.”
Berita ni terjumpa dalam khutbahbank minggu lepas..Tertarik dengan jalan ceritanya yang boleh menjadi pengajaran buat diri yang sentiasa lemah ini..Dia ulas bagaimana keadaan manusia yang tidak percayakan Tuhan terus jadi percayakan Tuhan bila berada dalam kesusahan..Namun,sikap percaya sahaja tidak mencukupi kalau tidak yakin dengan perintah Tuhan untuk dipatuhi ini telah menyebabkan pendaki yang hebat ini mati dengan keadaan tergantung hanya beberapa kaki dari tanah..Subhanallah...
Begitu juga lah dengan kita..Sejauh mana kita ikut perintah Allah dan tinggalkan laranganNya yang penuh dengan hikmah untuk menyelamatkan kita dari bahaya dunia dan akhirat...
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu (yang sempurna imannya) ialah mereka yang apabila disebut nama Allah (dan sifat-sifatNya) gementarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menjadikan mereka bertambah iman dan kepada Tuhan mereka jualah mereka berserah.(Al-Anfal:2)
The climber said, “That is insane. There is no way I can let go of the rope- it is the only thing that is keeping me alive.”
The next day a rescue team went out to look for the climber and they found his body still holding tightly to the rope. He had frozen to death.
When people saw the frozen climber, they could not help but ask, “Why didn’t he just let go of the rope? He was only two feet off the ground.”
Berita ni terjumpa dalam khutbahbank minggu lepas..Tertarik dengan jalan ceritanya yang boleh menjadi pengajaran buat diri yang sentiasa lemah ini..Dia ulas bagaimana keadaan manusia yang tidak percayakan Tuhan terus jadi percayakan Tuhan bila berada dalam kesusahan..Namun,sikap percaya sahaja tidak mencukupi kalau tidak yakin dengan perintah Tuhan untuk dipatuhi ini telah menyebabkan pendaki yang hebat ini mati dengan keadaan tergantung hanya beberapa kaki dari tanah..Subhanallah...
Begitu juga lah dengan kita..Sejauh mana kita ikut perintah Allah dan tinggalkan laranganNya yang penuh dengan hikmah untuk menyelamatkan kita dari bahaya dunia dan akhirat...
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu (yang sempurna imannya) ialah mereka yang apabila disebut nama Allah (dan sifat-sifatNya) gementarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menjadikan mereka bertambah iman dan kepada Tuhan mereka jualah mereka berserah.(Al-Anfal:2)
Subscribe to:
Posts (Atom)


